Saturday, November 23, 2013

Bell's palsy


  • Parese saraf facialis tipe perifer
  • Etiologi : tidak diketahui, diduga infeksi virus
  • Klinis: kelemahan otot ekspresi wajah, gangguan rasa lidah 2/3 depan (sesuai sisi yang terkena), hiperakusis
  • contoh video praktis
  • contoh latihan

Meniere's disease


  • Disebabkan hydrops endolympatic
  • Klinis : vertigo akut, tendensi jatuh ke sisi sakit, nistagmus spontan, disertai mual, muntah, dan tinnitus. Penurunan pendengaran secara progresif

Tension headache


  • Salah satu jenis nyeri kepala yang sering dikeluhkan pasien
  • Klinis: nyeri tertekan, seluruh kepala, difus, derajat nyeri intermediet, tidak memberat dengan aktivitas fisik
  • Tidak ada photophobia ataupun phonophobia
  • Bentuk episodik dan kronik. Episodik ( kurang dari 15 hari dalam sebulan). Episode nyeri kepala bisa 30 menit hingga beberapa hari. Kronik (lebih dari 15 hari dalam sebulan)

Tetanus


  • Spora bakteri tersebar di lingkungan, masuk ke tubuh melalui luka tusuk, luka operasi
  • Gejala timbul sejak 3 hari hingga 3 minggu setelah terpapar : tetanus general, kaku otot wajah (trismus, risus sardonicus), kaku otot punggung (opistotonus).
  • terapi: bersihkan luka, cari sumber infeksi, antibiotik penicillin atau metronidazol, ATS, human imunoglobulin tetanus, diazepam untuk kekakuan otot

Neurologi HIV


  • Infeksi HIV dapat menyerang saraf pada semua stage.
  • Proses patologis berbeda dapat berjalan simultan.
  • Beberapa pasien neurologis dapat mengalami serokonversi (Meningoensephalitis, myelitis, GBS, polymyositis).
  • Perlu pemeriksaan LP (lumbal punksi) dan CT kepala dengan kontras.
  • Penurunan respon antibodi: pada toksoplasmosis, bisa didapatkan tanpa peningkatan IgM.
  • Pemeriksaan CD4. Toksoplasmosis, kriptokokkus, pada CD4 < 200. CMV pada CD4 < 50. 
  • Komplikasi neurologi lain: demensia, myelopathi, poliradikulopathi, dan lain-lain.

Kejang status




Vertigo perifer BPPV


  • Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)
  • Trigger : perubahan posisi
  • Pemeriksaan : Dix-Hallpike, manuver Barany, 
  • Terapi :manuver Epley

Trigeminal neuralgia


  • Trigger: stimuli sensoris (raba, mencukur, makan, sikat gigi)
  • Penyebab sekunder : neoplasma daerah entry saraf V (seperti schwanoma, meningioma), Multiple sklerosis, "idiopatik" (kompresi arteri atau vena )

Cluster headache

  • Prevalensi lebih jarang dibanding migren
  • Pasien : banyak diderita laki-laki
  • Gambaran klinis: Episodik (7 hari hingga 1 tahun, dengan remisi nyeri), kronik (serangan bisa lebih dari 1 tahun tanpa remisi, atau remisi kurang dari 4 minggu)
  • Nyeri kepala satu sisi sekitar orbital, supraorbital, temporal 15 menit hingga 3 jam (biasanya 45-90 menit)
  • Gambaran otonomik : lakrimasi, kongesti hidung, rhinorrhea, keringat wajah, miosis, ptosis, edema eyelid, injeksi konjungtiva. 
  • Terapi : abortif dan profilaktif, menggunakan oksigen (sebutkan secara detail masker, tekanan, lama pemberian)




Guillain–Barre syndrome


  • Atau AIDP (Acute Inflammatory Demyelinating Poliradiculoneuropathy)
  • Riwayat infeksi GIT atau upper respiratory
  • Kelemahan ascending. Kelemahan proksimal.
  • Parestesia
  • Dapat mengenai saraf kranial (dapat berupa kelemahan facial dan bulbar)
  • Gangguan otonomik
  • Penurunan refleks fisiologis
  • Diagnostik : EMG, LP
  • Jenis : AMAN (Acute Motor Axonal Neuropathy), AMSAN (Acute Motor Sensory Axonal Neuropathy), Miller fisher syndrome (ophtalmoplegia, ataxia, areflexia)

Polineuropathi diabetes

Migren


  • Pasien : kebanyakan wanita
  • Serangan migren : prodromal, aura, nyeri kepala, resolusi
  • 2 jenis : migren dengan aura (classic migrain) dan migren tanpa aura (common migrain)
  • Serangan 4-72 jam, rekuren
  • Aura  bervariasi, bisa seperti skotomata, halusinasi visual auditori, makropsia,mikropsia, parestesi. Kadang disertai hemiparesis, halusinasi olfaktori.
  • Pencetus migren : stress, gangguan tidur, stimulasi sensoris (lampu, bau), hipoglikemia, anggur, coklat, MSG, kopi, obat nitrogliserin, perubahan tekanan udara

Meningoensephalitis


  • Klinis : nyeri kepala, demam, kaku kuduk
  • Jika tanpa kaku kuduk, diagnosis encephalitis
  • Gejala lain : lumpuh saraf kranial, meningeal sign positif, defisit fokal, kejang, penurunan kesadaran
  • Pemeriksaan: darah lengkap, lumbar puncture, CT scan kepala kontras, Rontgen thorak dan cari sumber infeksi

Miasthenia_Gravis

  • kasus pasien dengan keluhan mata kiri menutup. semakin memberat saat siang dan beraktivitas.

  • MG kebanyakan wanita, usia dekade 2 dan 3
  • Klinis kelemahan : ptosis, diplopia, lemah ekstremitas, otot nafas
  • Kelemahan memberat menjelang siang
  • Tidak ada gangguan sensoris, tidak nyeri, maupun abnormalitas refleks
  • Eksaserbasi: riwayat infeksi, bedah, hipertiroid, obat, anestesi, antibiotik (aminoglikosida, quinolon, penisilin), antihipertensi (betabloker, verapamil), antiaritmia, dan lain-lain
  • Pemeriksaan: timoma, antibodi reseptor acetilkolin, tiroid
  • EMG : repetitif stimulasi, single fiber
  • Tes Edroponium (tensilon) 
  • Ct thoraks
  • Diagnosa banding : Sindrom Lambert Eaton, botulism, myopathi, motorneuron disease 
 



Mononeuropathi peroneal

• Paling sering terjadi pada leher fibular
• Kelemahan: dorsofleksi ankle, eversi kaki, ekstensi jari kaki
• Hilang sensoris: dorsum kaki dan tulang kering bagian  lateral
• "steppage gait"
• Penyebab: Tekanan eksternal dari berkepanjangan posisi berbaring (operasi, rawat inap), trauma langsung
• Pengobatan: Hindari menyilangkan kaki, bantalan tambahan di lutut saat tidur, brace jika ada drop foot

Mononeuropathi saraf median pada pergelangan tangan ( Carpal Tunnel Syndrome)


• Bentuk mononeuropathy paling umum dari ekstremitas atas
• Kelemahan: abduksi dan oposisi ibu jari
• Hilangnya sensoris: Aspek Palmar jari 1, 2, 3, dan setengah dari jari 4.
• Parestesia Nocturnal
• Tinel positif di pergelangan tangan, dan juga tanda Phalen
• Kondisi terkait: pekerjaan berulang , diabetes, kehamilan, hipotiroidisme, akromegali, rheumatoid arthritis, dialisis, obesitas,
• Pengobatan: anti nyeri, Wrist splints, suntikan kortikosteroid, operasi carpal tunnel release




Mononeuropati tibial (tarsal tunnel sindrome)

Kelemahan: Atrofi otot kaki mungkin ada.
Gejala sensorik: Sakit, mati rasa, dan kesemutan yang melibatkan telapak kaki, jari kaki, dan kadang-kadang tumit.
Khusus sindrom terowongan tarsal sangat jarang, dan bila terjadi biasanya setelah riwayat trauma pada kaki.